iklan satu

Rokok Tembakau Atau Rokok Elektrik (Vape), Mana Yang Lebih Aman?

"Rokok Membunuhmu", slogan tersebut kelihatannya hanya dua kata yang tidak punya makna bagi para perokok. Di era sekarang, asap rokok merupakan suatu hal yang mungkin mustahil untuk tidak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi dengan kemunculan rokok elektrik/Vape yang kelihatannya makin menambah minat orang untuk merokok, terkhusus bagi para generasi mileneal.
rokok vs vape
Vape kini dilihat sebagai alternatif baru, selain karena simpel dan mempunyai aneka aroma, juga karena bisa menambah gaya hidup.Banyak diantara perokok tembakau sekarang justru beralih ke rokok elektrik/Vape karena dianggap lebih aman. 

Namun, apa benar rokok elektrik/vape lebih aman dibandingkan rokok tembakau?

Seperti yang sudah umum kita ketahui kandungan pada rokok tembakau sangat berbahaya bagi kesehatan, kandungan yang ada di dalamnya dapat membahayakan dan akan memberikan efek kecanduan. Pada sebatang rokok tembakau, ada sekitar 600 bahan yang jika dibakar bisa menghasilkan lebih dari 7.000 bahan kimia, dimana 69 diantaranya beracun.

Lalu bagaimana dengan rokok elektrik?

Rokok elektrik atau vape dikenal sebagai pengganti rokok yang lebih aman karena tidak melibatkan pembakaran tembakau dan bebas dari Tar.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) awalnya lebih menyarankan rokok elektronik sebagai Nicotine Replacement Therapy (NRT)  untuk mengatasi kecanduan nikotin dengan cara mengurangi kadar nikotin secara bertahap dibawah arahan dokter.

Jadi apakah rokok elektronik lebih aman?

Sebelumnya mari kita lihat bagaimana rokok elektrik bekerja. Rokok elektrik bekerja dengan cara mengubah zat-zat kimia seperti nikotin cair menjadi bentuk uap dengan menggunakan tenaga listrik kemudian dihirup oleh pengguna.

Rokok elektrik terdiri dari 3 elemen utama, yaitu:
  • Cadrige; berisi cairan kimia (liquid)
  • Pemanas logam  (atomizer)
  • Batrei
Kandungan pada cairan rokok elektrik berbeda-beda. Biasanya isinya campuran dari nikotin, flavoring (perisa), propilen glikol, gliserin dan air. 

Walaupun pada rokok elektrik bentuk nikotinnya cair, namun bahaya yang ditimbukan tetap saja sama dengan rokok tembakau. Akan tetapi, pada rokok elektronik kadarnya bervariasi dari rendah hingga tinggi. Yang patut disayangkan yaitu seringkali kadar nikotin yang tertera di label, tidak sesuai dengan aslinya.


Flavoring (perisa) seperti diacetyl dan acetyl propionyl pada beberapa liquid rokok elektrik ditemukan dalam tingkat melebihi batas keamanan yang direkomendasikan oleh FDA. Dan dapat berhubungan dengan penyakit pernapasan bila dihirup.

Glycols seperti propilen glikol dan gliserin adalah komponen utama dalam rokok elektrik yang fungsinya sebagai basis cairan untuk mengikat nikotin dan penambahan rasa pada liquid rokok elektronik. Zat ini biasanya digunakan pada produk kosmetik maupun sebagai bahan tambahan pada produk makanan. 

Zat ini jika dipanaskan dan dihirup bisa menyebabkan iritasi mata, tenggerokan kering, iritasi saluran pernapasan, sesak nafas dan alergi. Penggunaan pada dosis tinggi bisa menyebabkan gangguan irama jantung hingga kejang.

Uap dari rokok elektrik juga ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya sama seperti pada rokok tembakau seperti "formaldehida" bahkan konsentrasinya 3 kali lebih tinggi dibanding dengan rokok biasa

Logam seperti nikel ternyata 100 kali lebih tinggi pada rokok elektronik dari pada rokok biasa dan uapnya juga mengandung TSNAs, Benzena dan PAH yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker)

Pada satu penelitian, paparan uap rokok elektronik juga terbukti menyebabkan kerusakan DNA organ jantung, paru-paru dan kandung kemih pada tikus. Maka kemungkinan juga dapat berkontribusi pada kanker paru-paru, kanker kandung kemih dan juga penyakit jantung pada manusia.


Uap dari rokok elektrik juga mengandung radikal bebas yang dapat memicu penempelan kuman pneumathoraks dalam sel saluran nafas.

Selain resiko dari kandungan liquid nya, ada resiko lain pada rokok elektrik yaitu pada batrei mesinnya yang bisa meledak.

Rokok elektrik yang awalnya diharapkan dapat membantu orang yang kecanduan rokok untuk behenti merokok malah justru menimbulkan masalah baru seperti bertanmbahnya perokok pemula, bertambahnya perokok ganda (tembakau dan vape), mantan perokok yang kembali merokok karena adanya klaim aman pada produk rokok elektrik.
vape
Pada dasarnya rokok elektrik ternyata mengandung bahan berbahaya. namun, belum banyak peneliti jangka panjang yang dilakukan dan hal ini membuat rokok elektrik terlihat seolah lebih aman.

Sudah dapat jawabankan? mana yang lebih aman? kenyataannya rokok tembakau dan rokok elektronik tidak memiliki manfaat untuk tubuh kita, yang justru akan merusak secara perlahan. Jadi saatnya katakan tidak

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel